Find What You Need Here

VIRAL! Video 'Lelucon” Pedagang Celeng di Bali Kenakan Baju Endek - Jawa Pos

VIRAL! Video 'Lelucon" Pedagang Celeng di Bali Kenakan Baju Endek

DENPASAR- Ada-ada saja cara netizen menanggapi himbauan Gubernur Bali Wayan Koster terkait penggunaan 'wajib berpakaian endek' setiap hari Selasa di Bali.

Bahkan merespon himbauan gubernur Bali, entah untuk sekedar lucu-lucuan, tak sedikit warganet yang membuat video pendek dan viral di sejumlah media sosial.

Viral video itu diantaranya aksi salah seorang warga mengenakan baju endek sambil menggendong celeng atau babi. Ada juga orang yang memvideokan tukang parkir menggunakan baju endek.

Fenomena "lelucon' penggunaan endek ini seakan terus bermunculan di setiap hari selasa di media sosial.

Namun, pemerintah menanggapi hal ini dengan cara lain sebagaimana yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda Bali Ny Putri Koster.

Dalam acara pembukaan karya kreatif Indonesia tahun 2021 di Kuta, Bali, istri dari Koster ini mengatakan terkait Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2021 Tentang penggunaan Endek pada hari selasa, merupakan salah satu dukungan terhadap UKM/ IKM sekaligus memajukan perekonomian melalui gerakan pelestarian warisan leluhur oleh UMKM, sehingga mampu melestarikan kain tenun di daerah masing-masing.

"Jika bukan kita yang menggunakan kain tenun yang dihasilkan oleh daerah kita, maka siapa lagi. Karena dengan menggunakan kain tenun produksi perajin lokal maka dengan sendirinya kita juga turut menjaga eksistensi perajin kita dari kepunahan.

Salah satu contoh nyata yang dapat kita lihat di Desa Tenganan di mana penggunaan kain gringsing yang diwajibkan saat pelaksanaan upacara adat dan diatur ke dalam perarem.

Ketika pemakai kain dan konsumen kain tenun tidak hilang, maka produksi dan perajin kain tenun lokal juga tidak akan punah," ujarnya, Rabu (3/2).

Dia melanjutkan, dengan mengangkat tema "Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Berwisata Indonesia" dalam acara tersebut, diharapkan mampu mengingatkan semuanya bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia, maka sudah sepatutnyalah bangga menggunakan produk seni dan karya perajin lokal.

"Sedangkan Indonesia merupakan negara yang paling banyak mempunyai karya seni, sehingga kita sebagai generasi penerus wajib dan bertugas untuk mengembangkannya, tetapi jangan sampai punah akibat salah pola atau salah sistem," kata Ny Putri Koster.

Deputi BI Rizki Ernadi Wimanda menambahkan pameran KKI yang masuk di tahun ke-6 ini merupakan upaya memberikan peluang kepada oelaku UMKM untuk berkarya lebih kreatif dan disarankan mampu masuk menguasai platform digital, sehingga pemasaran yang dilakukan bisa online dan langsung online dengan pembeli dari luar, selain itu pembayaran juga bisa menggunakan E_Money melalui QRIS.

Subscribe to receive free email updates: